Semangat Senyum Syukur | Everything in this world are good for us |

Kamis, 02 Mei 2013

Teori Keputusan Operation Research

TEORI KEPUTUSAN

 

          Keputusan adalah suatu kesimpulan dari suatu proses untuk memilih tindakan yang terbaik dari sejumlah alternatif yang ada. Sedangkan pengambilan keputusan adalah proses yang mencakup semua pemikiran dan kegiatan yang dipadukan guna membuktikan dan memperlihatkan pilihan terbaik tersebut. Oleh karena itu teori keputusan adalah suatu teknik analisis yang berkaitan dengan pengambilan keputusan melalui bermacam-macam model.
Secara khusus pengambilan keputusan menghendaki sejumlah sasaran dan tujuan, sejumlah alternatif tindakan, resiko atau perolehan dan tiap alternatif yang berlainan dan kriteria pemilihan yang dapat memperhatikan tindakan yang terbaik.
Teknik pengambilan  keputusan dapat diklasifikasikan dengan cara melihat kondisi atau situasi yang ada pada saat keputusan itu diambil. Berdasarkan metode ini keputusan dapat dibedakan menjadi empat model, yaitu:
a.    Model keputusan dalam Kondisi Pasti. Model ini adalah model yang paling dasar biasanya disebut dengan model deterministik, mengasumsikan bahwa kejadian-kejadian yang akan datang disamping datanya dapat ditentukan dengan pasti juga terjadinya tidak akan menyimpang dari apa yang diperkirakan. Keputusan ini diasumsikan juga berlaku atas perkiraan tentang apa yang dihasilkan atau diakibatkan oleh masing-masing alternatif keputusan
b.    Model keputusan dalam Kondisi Resiko adalah setiap alternatif keputusan memiliki kemungkinan kejadian yang lebih dari satu. Banyaknya kemungkinan kejadian hasil atau akibat dari pelaksanaan masing-masing alternatif keputusan tersebut pada umumnya ditimbulkan oleh adanya ketidaksempurnaan data yang dipergunakan sebagai dasar analisis. Perlu diperhatikan bahwa untuk bisa dikatagorikan sebagai model keputusan dengan resiko besarnya probabilitas kemungkinan kejadian dari satu alternatif keputusan harus diketahui.
c.    Model keputusan dalam Kondisi Tidak Pasti adalah setiap alternatif keputusan memiliki kemungkinan kejadian lebih dari satu. Perbedaan model keputusan dengan ketidak pastian terhadap model dengan resiko terletak pada probabilitas kejadian dari setiap alternatif keputusan. Model keputusan dengan resiko, probabilitas dari setiap kemungkinan kejadian untuk setiap alternatif keputusan dapat diketahui. Sebaliknya dalam model keputusan dengan ketidakpastian besarnya probabilitas kejadian tidak diketahui.
d.    Model keputusan dengan Kondisi Konflik adalah model pengambilan keputusan dimana pengambil keputusan lebih dari satu. Dengan kata lain ada pihak lain yang memiliki kepentingan yang berlawanan. Dalam hal ini pengambil keputusan perlu memperhatikan reaksi pihak lain terhadap keputusan yang dibuatnya. Yang dimaksud pihak lain dalam model keputusan ini adalah para pemegang saham, serikat kerja, pesaing, distributor perusahaan yangsifatnya dominan dan sebagainya.

Model keputusan yang ditekankan pada pembahasan disini adalah model keputusan yang berkaitan dengan kondisi keputusan dalam ketidakpastian dan resiko.

 

Model Keputusan Dalam Kondisi Ketidakpastian

          Model keputusan dalam kondisi ketidakpastian disebut pula dengan model Keputusan Tanpa Probabilitas. Sebuah kondisi pengambilan keputusan mengandung beberapa komponen, yaitu keputusan itu sendiri dan kejadian yang dapat terjadi dimasa yang akan datang, dikenal sebagai Kondisi Dasar (State of Nature). Pada saat keputusan dibuat, pengambil keputusan tidak yakin atas kondisi dasar yang akan datang dan tidak memiliki kendali atas kondisi dasar tersebut.
Contoh Model Keputusan Dalam Kondisi Ketidakpastian.
Seorang investor ingin membeli salah satu dari tiga jenis perumahan. Ia harus memutuskan antara sebuah Apartemen, Bangunan Kantor, dan Gudang. Kondisi dasar di masa yang akan datang akan menentukan besarnya laba yang akan diperoleh investor tersebut adalah keadaan ekonomi yang baik dan keadaan ekonomi yang buruk. Laba yang akan dihasilkan dari masing-masing keputusan dalam tiap kondisi dasar yang terjadi ditunjukkan dalam tabel berikut:
Keputusan
(untuk membeli)

Kondisi Dasar

Kondisi Ekonomi Baik
Kondisi Ekonomi Buruk
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
Gudang
$  30.000
$   10.000
Sumber : Bernard W.Taylor III

Kriteria pengambilan keputusan dalam kondsi ketidakpastian meliputi Maximax,  Maximin, Hurwich, Minimak regret, dan Equal Likilihood. Kadangkala kriteria tersebut menghasilkan keputusan yang sama; namun sering menghasilkan keputusan yang berbeda . Pengambil keputusan harus memilih kriteria atau kombinasi yang paling dapat memenuhi kebutuhannya.

Kriteria Maximax
Pengambil keputusan memilih keputusan yang memberikan nilai paling maksimum dari hasil-hasil yang maksimum. Pada kriteria ini pengambil keputusan merasa optimis. Pengambil keputusan mengasumsikan bahwa kondisi dasar yang paling menguntungkan dari setiap alternatif keputusan akan terjadi.
Berdasarkan Contoh di atas maka pertama-tama pengambil keputusan akan menentukan nilai maksimum dari alternatif keputusan dengan cara sebagai berikut.
Keputusan
(untuk membeli)

Kondsi Dasar

 

Nilai Maksimum

Kondisi Ekonomi Baik
Kondisi Ekonomi Buruk
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
$.  50.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
$ 100.000
Gudang
$  30.000
$   10.000
$  30.000
Sumber : Bernard W.Taylor III
Dari nilai maksimum tersebut dipilih nilai yang tertinggi, yaitu $ 100.000 sebagai nilai Maximax, karena nilai tersebut menggambarkan laba yang diterima oleh perusahaan tertinggi dari alternatif investasi yang tersedia. Apabila tabel pay-off di atas menunjukkan biaya, maka yang dipilih nilai minimum dari biaya minimum, atau kriteria Minimin.
Kriteria Maximin,
Pengambil keputusan memilih keputusan yang memberikan nilai paling maksimum dari hasil-hasil yang minimum. Pada kriteria ini pengambil keputusan merasa pesimis. Pengambil keputusan mengasumsikan bahwa kondisi dasar yang minimum dari setiap alternatif keputusan akan terjadi.
Berdasarkan Contoh di atas maka pertama-tama pengambil keputusan akan menentukan nilai maksimum dari alternatif keputusan dengan cara sebagai berikut:


Keputusan
(untuk membeli)

Kondisi Dasar

 

Nilai Minimum

Kondisi Ekonomi Baik
Kondisi Ekonomi Buruk
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
$   30.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
$ - 40.000
Gudang
$  30.000
$   10.000
$   10.000
Sumber : Bernard W.Taylor III

Dari nilai minimum tersebut dipilih nilai yang tertinggi, yaitu $ 30.000 sebagai nilai Maximin.  Keputusan tersebut lebih bersifat konservatif karena alternatif yang masuk dalam pertimbangan hanyalah hasil-hasil terburuk yang mungkin terjadi.

Kriteria Hurwich
          Kriteria ini mencari kompromi antara kriteria Maximax dan Maximin. Prinsip kriteria keputusan ini adalah pengambil keputusan tidak sepenuhnya optimis dan juga tidak sepenuhnya pesimis. Dengan kriteria Hurwich, hasil keputusan dikalikan dengan Koefisien Optimisme pengambil keputusan. Koefisien optimisme yang didefinisikan sebagai Alpha ( ά ), terletak antara nilai nol dan satu (  0 ≤ ά ≤ 1 ). Jika ά = 1, maka pengambil keputusan dikatakan sangat optimis; dan jika ά = 0, maka pengambil keputusan dikatakan sangat pesimis. Berdasarkan definisi tersebut jika ά adalah Koefisien Optimisme, maka 1 – ά adalah Koefisien Pesimisme.
          Kriteria Hurwich mengharuskan, untuk setiap alternatif keputusan, hasil maksimum dikalikan dengan ά dan hasil minimum dikalikan dengan  1 – ά. Untuk contoh di atas jika ά = 0,4 (investor sedikit pesimis) maka 1 – 0,4 = 0,6, dan nilai dari alternatif investasi tersebut dapat dihitung sebagai berikut:
Keputusan
(untuk membeli)

Hasil Perkalian



$.  50.000 ( 0,4 )  + $   30.000 ( 0,6 ) = $ 38.000
$ 100.000 ( 0,4 )  + $ - 40.000 ( 0,6 ) = $ 16.000
$  30.000 ( 0,4 )  + $   10.000 ( 0,6 ) = $ 18.000

Apartemen

Bangunan Kantor

Gudang

Sumber : Bernard W.Taylor III
          Kriteria Hurwich menspesifikasikan pemilihan alternatif keputusan sesuai dengan nilai tertimbang maksimum, yaitu $ 38.000 pada perhitungan di atas. Jadi keputusan yang dipilih adalah apartemen.

Kriteria Minimax Regret
          Minimax Regret atau Kriteria Penyesalan, pada kriteria ini pengambil keputusan bermaksud menghindari penyesalan yang timbul setelah memilih alternatif keputusan yang meminimumkan maksimum penyesalan.
          Untuk menggunakan kriteria minimax Regret, pengambil keputusan pertama-tama memilih hasil maksimum dari setiap kondisi dasar. Dalam contoh di atas, hasil maksimum dalam kondisi yang baik adalah $ 100.000 dan hasil maksimum dalam keadaan ekonomi buruk adalah $ 30.000. Hasil-hasil yang lain dalam setiap keadaan ekonomi kemudian dikurangkan dari jumlah nilai maksimum, seperti ditunjukkan dalam perhitungan berikut:
Kondisi Ekonomi Baik                             Kondisi Ekonomi Buruk
$ 100.000 - $ 50.000   = $ 50.000           $ 30.000 -   $ 30.000     = $  0
$ 100.000 - $ 100.000 = $ 0                              $ 30.000 - ( $-4 0.000)  = $ 70
$ 100.000 - $ 30.000   = $ 70.000           $ 30.000 -   $ 10.000   =  $ 20

          Nilai di atas menggambarkan penyesalan yang mungkin dialami oleh pengambil keputusan jika keputusan yang dihasilkan meberikan hasil di bawah hasil maksimum. Nilai tersebut jika dirangkum dalam suatu tabel hasil pertukaran yang dimodifikasi dan dikenal sebagai tabel penyesalan nampak sebagai berikut:
Keputusan
(untuk membeli)

Kondisi Dasar

 

Nilai Maksimum

Kondisi Ekonomi Baik
Kondisi Ekonomi Buruk
Apartemen
$  50.000
      $           0
$   50.000
Bangunan Kantor
$          0
$   70.000
$  70.000
Gudang
$  70.000
$   20.000
$   70.000
Sumber : Bernard W.Taylor III

Untuk mengambil keputusa berdasarkan kriteria Minimax Regret, dipilih nilai maksimum dari penyesalan setiap alternatif keputusan. Keputusan yang dipilih adalah yang merupakan nilai minimum dari maksimum penyesalan yang ada.
Berdasarkan kriteria Minimax Regret yang dipilih adalah investasi pada Apartemen, karena di dasarkan pada filosofi bahwa investor akan mengalami penyesalan dalam jumlah yang terjecil jika ia membeli Apartemen.
Kriteria Bobot yang Sama (Equal Likelihood)
            Kriteria ini dikemukakan oleh La Place, yang memberikan bobot yang sama untuk setiap kondisi dasar. Jadi diasumsikan bahwa setiap kondisi dasar memiliki kemungkinan yang sama untuk terjadi.
          Karena dalam contoh di atas terdapat dua kondisi dasar ( kondisi ekonomi baik dan kondisi ekonomi buruk) , maka diberikan bobot yang sama, yaitu 0,50 untuk setiap kondisi dasar yang ada. Kemudian bobot tersebut dikalikan dengan hasil dari setiap alternatif keputusan. Keputusan yang dipilih adalah yang memberikan nilai tertimbang yang maksimum (tertinggi).
Keputusan
(untuk membeli)

Kondisi Dasar

Kondisi Ekonomi Baik (0,5 )
Kondisi Ekonomi Buruk (0,5)
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
Gudang
$  30.000
$   10.000

Apartemen              = 0,5 ( $  50.000 ) + 0,5 ( $  30.000) = $ 40.000
Bangunan Kantor      = 0,5 ( $ 100.000 ) + 0,5 ( $ -40.000) = $ 30.000
Gudang                   = 0,5 ( $  30.000 ) + 0,5 ( $ 10.000)   = $ 20.000
Berdasarkan hasil perhitungan di atas nilai tertimbang maksimum adalah Apartem, sehingga apartemen yang dipilih sebagai alternatif investasi yang paling menguntungkan.

 

Model Keputusan Dalam Kondisi Resiko         

Pengambilan keputusan dalam Kondisi Resiko setiap alternatif keputusan memiliki kemungkinan kejadian yang lebih dari satu. Banyaknya kemungkinan kejadian hasil atau akibat dari pelaksanaan masing-masing alternatif keputusan tersebut pada umumnya ditimbulkan oleh adanya ketidak sempurnaan data yang dipergunakan sebagai dasar analisis. Perlu diperhatikan bahwa untuk bisa dikatagorikan sebagai model keputusan dengan resiko besarnya probabilitas kemungkinan kejadian dari satu alternatif keputusan harus diketahui.
Untuk mengambil keputusan dalam kondisi resiko kreiteria yang digunakan adalah :

Kriteria Expected  Value
Untuk mengaplikasikan konsep nilai ekspektasi, pengambil keputusan pertama-tama harus memperkirakan probabilita kejadian untuk masing-masing kondisi dasar. Jika perkiraan ini telah dibuat, nilai ekspektasi untuk setiap alternatif keputusan dapat dihitung.

 Nilai Ekspektasi dihitung dengan mengalikan setiap hasil (dari keputusan) dengan probabilita kejadian kemudian hasilnya dijumlahkan.
          Contoh berikut dapat digunakan untuk menggambarkan nilai ekspektasi:
Keputusan
(untuk membeli)

Kondisi Dasar

Kondisi Ekonomi Baik (0,6 )
Kondisi Ekonomi Buruk (0,4)
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
Gudang
$  30.000
$   10.000

E V.  Apartemen                = 0,6 ($ 50.000 ) + 0,4 ( $  30.000) = $ 42.000
E V.  Bangunan Kantor        = 0,6 ($100.000) + 0,4 ( $ -40.000) = $ 44.000
E V. Gudang                      = 0,6($ 30.000 ) + 0,4 ( $ 10.000)   = $ 22.000

Keputusan yang terbaik adalah alternatif yang memiliki nilai ekspektasi terbesar. Alternatif lain, jika hasil yang terjadi dinyatakan dalam biaya, keputusan yang memiliki nilai ekspektasi terendah.
 Pada contoh di atas keputusan yang dipilih adalah Bangunan Kantor karena memiliki nilai Expected Value terbesar, yaitu $ 44.000.
 
Kriteria Expected Opportunity Loss ( Kriteria E O L )

Kriteria keputusan yang berkaitan dengan nilai ekspektasi adalah Expected Opportunity Loss ( Peluang Rugi Ekspektasi).

Untuk menghitung E O L dilakukan dengan mengalikan probabilita dengan penyesalan ( Opportunity Loss) untuk setiap hasil keputusan. Kriteria minimax regret merupakan contoh dari tingkat penyesalan. Untuk menunjukkan tingkat penyesalan digunakan contoh kriteria minimax regret sebagai berikut:


Kondisi Ekonomi Baik                             Kondisi Ekonomi Buruk
$ 100.000 - $ 50.000   = $ 50.000           $ 30.000 -   $ 30.000      = $  0
$ 100.000 - $ 100.000 = $ 0                              $ 30.000 - ( $-4 0.000)   = $ 70
$ 100.000 - $ 30.000   = $ 70.000           $ 30.000 -    $ 10.000     = $ 20

          Nilai di atas menggambarkan penyesalan yang mungkin dialami oleh pengambil keputusan jika keputusan yang dihasilkan meberikan hasil di bawah hasil maksimum. Nilai tersebut jika dirangkum dalam suatu tabel hasil pertukaran yang dimodifikasi dan dikenal sebagai tabel penyesalan nampak sebagai berikut:
Keputusan
(untuk membeli)

Kondsi Dasar

Kondisi Ekonomi Baik (0,6)
Kondisi Ekonomi Buruk (0,4)
Apartemen
$  50.000
             $           0
Bangnan Kantor
$          0
$   70.000
Gudang
$  70.000
$   20.000
Sumber : Bernard W.Taylor III

E V.  Apartemen                = 0,6 ( $  50.000 ) + 0,4 ( $ 0)       = $  30.000
E V.  Bangunan Kantor        = 0,6 ( $ 0 ) + 0,4 ( $ 70.000)        = $  28.000
E V. Gudang                      = 0,6 ($70.000 ) + 0,4 ( $ 20.000) = $ 50.000

Seperti dalam kriteria minimax regret, kriteria terbaik dihasilkan dari meminimumkan penyesalan atau, dalam kasus ini, meminimumkan Expected Regret atau Opportunity Loss.  Karena $ 28.000 adalah expected regret minimum, keputusan yang dihasilkan adalah membeli bangunan kantor.
Perhatikan bahwa keputusan yang direkomendasikan oleh kriteria Expexted Value dan Expected Opportunity Loss adalah sama, yaitu membeli bangunan kantor. Kedua metode tersebut selalu memberikan hasil yang sama atau konsisten. Sebagai tambahan kedua kriteria keputusan tersebut sangat tergantung pada probabilita yang ditentukan oleh pengambil keputusan. Jika probabilita yang digunakan tidak akurat, keputusan yang dihasilkan akan salah.


Expected Value of Perfect Information
          Kadangkala untuk membeli informasi tambahan berkaitan dengan kejadian di masa yang akan datang agar keputusan yang dihasilkan lebih baik diperlukan oleh pengambil keputusan. Sebagai contoh, seorang investor perumahan menyewa seorang pengamat ekonomi untuk membuat analisa ekonomi guna menentukan secara lebih akurat kondisi ekonomi yang akan terjadi di masa yang akan datang. Untuk membayar nilai informasi yang akan diperoleh, investor tersebut akan membayar uang nilainya tidak lebih dari manfaat yang diterima. Jadi informasi memiliki nilai maksimum tertentu yang menunjukkan batas jumlah uang yang bersedia dikeluarkan oleh pembuat keputusan. Nilai dari informasi tersebut dapat dihitung sebagai nilai ekspektasi -–dari sinilah diambil Nilai Ekspektasi atas Informasi Sempurna (The Expected Value of Perfect Information = E V P I)

          Untuk menghitung Nilai Ekspektasi atas Informasi Sempurna, terlebih dulu dilihat keputusan disetiap kondisi dasar. Sebagai contoh, alternatif keputusan atas investasi perumahan di atas. Jika pengambil keputusan yakin bahwa kondisi ekonomi yang baik akan terjadi, akan diambil keputusan bangunan kantor. Sama halnya jika pengambil keputusan yakin bahwa kondisi ekonomi yang buruk akan terjadi, pengambil keputusan akan memutuskan membeli apartemen. Keputusan hipotetis yang “sempurna” tersebut ditunjukkan dalam tabel berikut:
Keputusan
(untuk membeli)

Kondsi Dasar

Kondisi Ekonomi Baik (0,6 )
Kondisi Ekonomi Buruk (0,4)
Apartemen
$.  50.000
$   30.000
Bangunan Kantor
$ 100.000
$ - 40.000
Gudang
$  30.000
$   10.000

          Probabilita untuk setiap kondisi dasar (yaitu: 0,60 dan 0,40) mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang baik akan terjadi sebanyak 60% dari seluruh waktu yang ada dan kondisi ekonomi yang buruk akan terjadi sebanyak 40% dari seluruh waktu yang ada (jika situasi keputusan ini diulang setiap saat). Dengan kata lain, walaupun informasi sempurna memungkinkan investor membuat keputusan yang tepat, setiap kondisi dasar hanya akan terjadi dalam porsi tertentu dari waktu yang ada. Jadi setiap hasil keputusan yang didapatkan dengan menggunakan informasi sempurna harus dikalikan dengan probabilitanya.

$ 100.000 (0,60) + $ 30.000 (0,40) = 72.000

          Jumlah sebesar $ 72.000 merupakan nilai ekspektasi dari keputusan yang diambil, berdasarkan Perfect Information, jadi bukan Expected Value of Perfect Information. Nilai ekspektasi dari informasi sempurna adalah jumlah maksimum yang akan dibayarkan untuk memperoleh informasi yang dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik daripada keputusan yang dibuat tanpa informasi sempurna (perfect information). Pada pengambilan keputusan dengan kriteria Nilai Ekspektasi (Expected Value)  dari keputusan tanpa informasi sempurna adalah membeli bangunan kantor, dan nilai ekspektasi tersebut dihitung sebagai berikut:

E V.  Bangunan Kantor = 0,6 ( $ 100.000 ) + 0,4 ( $ -40.000) = $ 44.000

          Nilai ekspektasi dari informasi sempurna (EVPI) dihitung dengan mengurangkan nilai ekpekstasi dengan informasi sempurna ( $72.000) dengan  nilai ekpekstasi tanpa informasi sempurna ( $ 44.000).

E V P I = $ 72.000 - $ 44.000 = $ 28.000

          Nilai ekspektasi dari informasi , sebesar $ 28.000, adalah jumlah maksimum yang akan dibayarkan oleh investor untuk membeli informasi sempurna dari sumber-sumber lain, seperti pengamat ekonomi. Tentu saja informasi sempurna tersebut jarang dan biasanya tidak dapat diperoleh. Pada umumnya, pengambil keputusan bersedia membayar dalam jumlah yang kurang dari $ 28.000, tergantung dari tingkat akurasi (yang mendekati sempurna) yang diyakini oleh pengambil keputusan.
          Perlu diperhatikan bahwa nilai ekspektasi dari informasi sempurna $ 28.000, adalah sama dengan rugi kesempatan ekspektasi untuk keputusan dengan menggunakan kriteria EOL untuk kantor, yaitu $ 28.000.
          Hal di atas akan selalu menjadi masalah, terutama karena penyesalan  menunjukkan Perbedaan antara keputusan yang terbaik dalam suatu kondisi dasar dengan keputusan yang benar-benar dibuat. Sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang sama seperti yang ditentukan oleh nilai ekspektasi dari informasi sempurna.

LATIHAN SOAL

1.    Anisa Sauma Rizkyka, lulusan mahasiswa jurusan manajemen baru mendapat warisan dari orang tuanya. Ia sedang memutuskan satu dari beberapa alternatif investasi. Tingkat pengembalian setelah satu tahun sangat tergantung pada tingkat bunga selama tahun berikutnya. Saat ini tingkat bunga adalah 7% dan ia mengantisipasi bahwa tingkat bunga akan tetap sama atau meningkat atau menurun sebesar 2 point. Berbagai alternatif investasi beserta tingkat pengembaliannya ($10.000) berdasarkan tingkat bunga tertentu ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

Investasi
Tingkat Bunga
5%
6%
7%
8%
9%
Dana Pasar Uang
2
3,1
4
4,3
5
Dana Pertumbuhan Modal
- 3
- 2
2,5
4
6
Dana Obligasi
6
5
3
3
2
Dana Pemerintah
4
3,6
3,2
3
2,8
Dana Resiko
- 9
- 4,5
1,2
8,3
14,7
Tabungan Obligasi
3
3
3,2
3,4
3,5

    Berdasarkan data tentukan investasi yang terbaik dengan menggunakan kriteria keputusan berikut:
    a. Maximax                    b. Maximin        c. Hurwich (ά = 0,3)    d. Equal Likelihood

2. Keberhasilan finansial Downhill Ski Resort dari Blue Ridge Mountains tergantung pada jumlah salju selama bulan-bulan musim dingin. Jika rata-rata salju melebihi 40 inci, peristirahatan tersebut akan sukses; Jika salju berada antara 20 dan 40 inci , peristirahatan tersebut akan menerima tingkat pengembalian yang moderat; dan jika rata-rata salju lebih rendah dari 20 inci,peristirahatan tersebut akan menderita kerugian finansial.Tingkat pegembalian finansial berdasarkan masing-masing tinggi salju ditunjukkan dibawah ini.

> 40 inci, P=.4             20 sampai 40, P= .2               < 20 inci, P= .4
    $ 120,000                      $ 40,000                                 $ -40,000
      
Sebuah cabang hotel besar telah memberikan tawaran menyewa peristirahatan tersebut selama musim dingin seharga $40,000. Hitunglah expected value untuk menentukan apakah peristirahatan tersebut harus beroperasi atau harus disewakan. Jelaskan alasan dari jawaban saudara.

3. Diketahui data alternatif investasi sebagai berikut:
   
        Alternatif Investasi
Kondisi Ekonomi
Baik P = 0,2
Sedang P = 0,7
Buruk P = 0,1
Deposito
$ 120. 000
$ 70.000
$ - 30.000
Saham
$  60. 000
$ 40. 000
$ 20.000
Sektor Riil
$  35. 000
$ 30. 000
$ 30. 000

    Berdasarkan data di atas hitunglah:
a.    Hitunglah Expected Vlaue untuk masing-masing keputusan dan pilihlah yang terbaik
b.    Buatlah tabel opportunity loss dan hitunglah expected opportunity loss untuk setiap alternatif investasi
c.    Tentukan berapa jumlah yang bersedia dikeluarkan perusahaan untuk membayar perusahaan penelitian pasar guna memperoleh informasi yang lebih baik mengenai kondisi pasar di masa yang akan datang.

4.  Pedagang Kambing di River Side (Girli), sedang mempertimbangkan pesanan hewan korban jenis Kambing. Harga setiap kambing bobot tertentu adalah $ 90; masing-masing kambing dijual seharga $ 100 selama masa lebaran Idul Adha. Setelah lebaran berlalu, kambing-kambing tersebut akan dijual seharga $ 80 per ekor.  Pedagang yakin bahwa seluruh kambing yang tersisa dapat dijual dengan harga tersebut. Estimasi permintaan selama masa Lebaran untuk jenis kambing tersebut, dengan probabilitasnya, ditunjukkan sebagai berikut:
Permintaan ( Kambing)
50
60
70
80
90
100
Probabilitas
0,10
0,15
0,25
0,20
0,10
0,20

Pertanyaan:
  1. Buatlah tabel hasil untuk situasi keputusan di atas.
  2. Hitunglah Expected Value untuk setiap alternatif, dan identifikasikan keputusan yang terbaik.
  3. Hitunglah Expected Value of Perfect Information

Materi oleh Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Bapak Faturrachman, SE, Msi.


Teori Keputusan Operation Research Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sukur Riswanto